Uncategorized

Reputasi dan Pentingnya Blogger Membangun Personal Branding

Beberapa dari kita mungkin pernah punya pengalaman mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seseorang saat berbelanja. Entah oleh pemilik toko, pramuniaga atau SPG. Penyebabnya bisa beragam. Bisa jadi karena karakter, mood yang sedang buruk atau mungkin faktor lainnya seperti meremehkan karena melihat tampilan pembeli yang biasa banget.

Hal ini pernah aku alami saat baru pindah rumah waktu tinggal di Jogja. Saat itu aku berniat untuk membeli sapu. Baru saja tanya beberapa jenis sapu, entah dia pemilik toko atau pegawainya langsung bilang. ‘kalau yang ini sapunya mahal’ mendengar kalimat tersebut, Aku langsung buru-buru mengambil sapu yang di depanku lalu membayarnya dan memutuskan langsung pergi dari toko tersebut. Entah mungkin aku yang salah karena menanyakan harga terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli, namun bukan berarti aku jadi mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

Toh, memang dari awal saya sudah berniat untuk membeli beberapa barang di toko tersebut terlepas harganya yang bisa jadi lebih mahal dari toko lain. Prinsip yang selama ini aku dan suami pegang, jikapun bertanya perihal harga barang di sebuah toko, jangan sampai keluar dengan tangan kosong. Apalagi, rasanya itu hal normal saat ada calon pembeli bertanya harga.

Pengalamanku ini tentu jadi pembelajaran bahwa sikap kita terhadap orang lain akan dinilai sebagai sebuah citra atau branding terhadap diri kita. Maka menjadi hal penting untuk kita tahu dan paham bagaimana seharusnya kita bersikap di publik. Ada etika yang harus kita jaga dan etiket yang harus kita bangun demi membangun reputasi diri. Dalam kacamata bisnis, tentunya reputasi menjadi hal penting yang patut dijaga.

Saya jadi teringat dengan series yang pernah saya tonton beberapa waktu lalu. Series berjudul Pay later yang teman-teman mungkin sudah selesai menonton series tersebut, ya. Bukan soal budaya utang piutang yang ingin saya soroti tapi tentang bagaimana sebuah perusahaan harus bisa menjaga reputasi perusahaannya agar tetap dinilai baik dimata publik. Singkatnya, dalam series tersebut, sang pemilik perusahaan selalu menekankan untuk jangan sampai masalah pribadi karyawan menyebar ke publik dan merusak citra perusahaan. Namun, hal yang dikhawatirkan itu ternyata kejadian juga, akhirnya sang Bos memecat karyawan tersebut karena ia telah melanggar aturan perusahaan.

Dari cerita diatas, siapapun pasti memahami bahwa reputasi tidak dibangun dalam waktu singkat. Semuanya butuh waktu yang tidak sebentar.

Bahas lebih dalam soal reputasi, beberapa waktu lalu saya ikut dalam sebuah webinar yang diadakan oleh komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) bekerja sama dengan PT Duta Bangsa yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang personal development and human resources dengan tema Personality Development For Blogger yang dimentori oleh Pak Rudi Hilman, Direktur Program Development Duta Bangsa.

Dalam hal apapun tentu kita mesti banyak belajar. Bagi seorang blogger, mempelajari bidang yang ditekuni adalah hal wajib. Namun kita tidak boleh lupa bahwa kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi atau social skill juga menjadi hal penting untuk kita bangun. Dalam penelitian A Harvard study yang dilaporkan di Forbes, satu dasar atau kunci kesuksesan terutama dalam bisnis adalah 85% social skill dan 15% technical skill. Artinya social skill punya porsi yang jauh lebih tinggi dibanding technical skill. Sebagai seorang muslim pun kita diajarkan untuk tetap belajar adab selain belajar ilmu. Kata Pak Rudi, kalau dalam hal karir atau bisnis kita belum menaiki tangga kesuksesan dengan cepat, maka kita perlu melihat berapa perubahan yang sudah kita lakukan dalam hal etika bisnis.Secara teknis tentunya ada dua hal yang harus kita pelajari untuk membangun social skill.

Pertama, etika

Etika fokus pada nilai-nilai moral dan prinsip dalam kehidupan bermasyarakat. Sifatnya normatif dan absolut, tidak tergantung pada situasi atau budaya. Contoh berbuat adil, tanggung jawab, transparansi dan lain-lain.

Kedua, etiket

Berbeda dengan etika, etiket fokus kepada tata cara berperilaku dalam interaksi dengan sesama. Sifatnya fleksibel dan relatif, juga dapat beradaptasi dengan situasi, budaya dan norma sosial. Contohnya mengucap salam, menyapa saat bertemu orang, tersenyum, dll.Lalu apa sih sebenernya fungsi dari etika dan etiket bagi seorang blogger? Ada beberapa fungsi dari etika dan etiket dalam bisnis. Hal ini juga pastinya berlaku bagi seorang blogger saat ia harus berhadapan dengan client.

1. Memelihara suasana yang menyenangkan

2. Menimbulkan rasa saling menghargai

3. Meningkatkan efisiensi kerja

4. Meningkatkan citra pribadi dan Lembaga

Seperti yang pernah aku ceritakan diatas bahwa value dan citra diri kita begitu penting karena hal ini menyangkut reputasi kita di mata publik. Jadi reputasi yang kita bangun berawal dari kita menjaga etika dan etiket kita. Karena bisa jadi orang ‘tertarik’ dengan pribadi kita bukan hanya karena keahlian atau kepintaran yang kita miliki tetapi dari social skill yang kita bangun sejak awal. Lewat social skill kita jadi tahu mana yang do dan don’t dilakukan saat berinteraksi dengan orang lain. Kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan dengan ragam jabatan, usia, karakter lawan bicara kita. Meski kemampuan ini harus terus diasah dan dipelajari sepanjang waktu.

Kesimpulan

Sebenernya ada banyak banget materi yang disampaikan oleh Pak Rudi Hilman. Saya bahkan merasa seperti ikut kuliah lagi saat beliau menyampaikan materi webinar. Pun apa yang disampaikan beliau sangat relate dengan lingkungan di sekitar kita.

Beliau sampai menyampaikan secara teknis tentang bagaimana protokol berkenalan dengan orang lain. Ilmu yang tentunya tak hanya berguna dalam lingkup bisnis tapi juga dalam interaksi sosial. Untuk kamu yang penasaran, apa dan bagaimana protokol berkenalan sampai hal apa saja yang bisa kamu lakukan dan jangan lakukan saat berinteraksi, next aku tulis secara lebih dalam lagi beberapa hal yang aku dapat dari webinar ini ya.

Oiya untukmu yang penasaran ingin langsung banyak tau soal personal development kamu bisa langsung kunjungi website Duta Bangsa disini ya.

Kamu bisa juga kunjungi laman instagramnya di PT Para Duta Bangsa (@duta_bangsa). Di sana ada banyak informasi soal Conmunication skill, Table manner dan banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *